foto diambil dari tumblr dengan search : colour
Menurut saya, setiap apa-apa itu punya warna. Misal, kalau saya pulang ke rumah, saya ingat tentang mama atau papa atau saudara perempuan saya. Nggak hanya harumnya yang khas, setiap sosok tersebut juga memiliki warna yang mencerminkan dirinya. Kalau saya ingat mereka, saya teringat warna putih tulang.
Mengapa harus warna putih tulang? Entahlah. Itu yang saya maksud pikiran random yang sering banget muncul. Putih tulang itu rasanya lembut dan suci. Nyaman dan juga nggak buat saya merasa asing. Kalau mencicipi kue bolu buatan mama, saya ingatnya warna putih tulang. Kalau sedang baca buku berdua dengan papa, suasana momen itu warnaya putih tulang.
Banyak orang bilang, "I'm feeling blue, ugh." i don't think so.
Kenapa istilah galau punya frase feeling blue? Apa kebanyakan orang kalau lagi bergalau ria, yang ada di awang-awangnya warna biru semua? Jawabannya, saya nggak tahu.
Warna biru kalau menurut saya, identik dengan suasanya yang tenang. Tenang dan damai. Seperti waktu kecil saya duduk di atas lapangan hijau di sore hari pukul empat, lalu langit biru muda tanpa awan, memenuhi pemandangan mata saya. Lalu ditambah angin yang sepoi-sepoi membaur dengan suasana. Rasanya damai dan tenang. Bukan galau yang sampai bersedih-sedihan. Malah saya ingin berlama-lama rebahan di lapangan hijau tersebut.
Warna yang pas untuk bergalau ria itu ya warna semrawut, yang nggak karuan, yang dicampur ini-itu sehingga jadi nggak jelas.
Kalau ingat hujan, saya ingat warna abu-abu dan putih. Saya bukan penggemar hujan sih, bukan juga nggak suka sama hujan. I'm not really addict to it. Kalau hujan, ya itu berkah.
Kenapa harus abu-abu dan putih? Kenapa nggak hitam saja?
Karena setiap hujan, momen yang hadir lebih kuat. Entah itu momen duka atau momen suka. Kalau momen duka, saya ingat-ingat itu dan tersenyum meringis. Lalu warna yang muncul jadi abu-abu. Momen itu pahit, seperti kopi hitam, tapi itu masa lalu. Lalu hujan yang datang mengingatkan itu menyadarkan saya bahwa itu suatu pelajaran, dan masih ada masa depan membentang yang lebih baik. Semuanya identik dengan abu-abu, nggak pahit nggak manis.
Kalau putih, saya jadi ingat momen suka saya. Momen bahagia sama mama, papa, adik-adik. Momen seru-seruan sama sahabat. Momen sama si doi. Semuanya putih, membahagiakan. Dan hujan yang hadir membuat momen itu lebih kuat, entah kenapa.
Dan saya selalu setuju, bahwa setiap apa-apa itu punya warna. Bukan warna dari objek tersebut, tapi warna yang ada di pikiran saya, warna yang melingkupi objek atau suasana tersebut.
Gimana menurut kamu? Apa hal-hal random yang kamu ingat tiba-tiba ingat sama suatu warna? Apa momen sedih waktu itu ada warna tersendiri? Apa momen bahagia sampai kamu ingin berteriak dan jingkrak-jingkrak itu juga punya warna yang mengingatkan kamu?

No comments:
Post a Comment