Pages

Sunday, March 30, 2014

Global Youth Festival 2014 : Youth Talk!

It's been more than a week from the event i came. Tapi nggak apa-apa :))

Hari minggu, 23 Maret 2014 kemarin aku datang ke acara Global Youth Festival, tepatnya di universitas Institut Teknologi Bandung. Yeay!


Jadi pertamanya tuh, aku dapet semacam poster iklan acaranya gitu dari group nulis buku di whatsapp *perlu dijelasin kan?*

drrt.. drrt..
daaan, ini dia posternya
Akhirnya aku nge whatsapp juga temen-temenku untuk datang ke acara tersebut, dan akhirnya kita fix datang. 

Pengisi acaranya keren banget! Sumpah, serius nggak bohong. Mereka benar-benar nge-inspirasi aku banget lewat kata-kata mereka. Di acara ini, kita diajarkan bagaimana menjadi seorang leadership. Dari salah satu pembicara bilang, bahwa seorang leadership itu harus inovatif dan solutif. Kalau seorang leadership hanya mampu punya ide tanpa punya solusi untuk memecahkannya, jangan harap jadi seorang leadership yang baik.

Nah, karena acaranya keren dan inspiratif banget, aku ingin share aja beberapa quotes yang ngena dari kakak-kakak pembicara yang super.

"Kita tuh butuh seorang pemimpin yang semangat, yang ngomongnya menginspirasi, lugas, tegas, nggak loyo dan malah bikin ngantuk" *kemudian ngikutin suara bapak-bapak pidato di tv umur 50an*

"Kalian harus berani bermimpi. Kalau kalian punya bakat, asah. Kalau kalian udah percaya sama mimpi kalian, kekuatan alam semesta tuh kayak dukung kalian buat raih mimpi kalian itu. Mau besar atau kecil. Serius deh."


"Wanita sebagai pemimpin? Kenapa enggak? Justru wanita sangat berperan untuk menjadi seorang pemimpin di jaman sekarang. Kalian itu harus tough. Suka lihat kan ibu kalian, kalau lagi masak atau cuci piring, kadang suka sambil nelfon, dan bicara. Dari situ aja udah membuktikan, kalau wanita malah memiliki feel yang lebih untuk mengkoordinir sesuatu."


"Apa benar remaja berumur 15-24 tahun itu berpotensi untuk mengubah dunia? Apa kalau seseorang yang berumur 24 tahun 365 hari sudah nggak remaja lagi? Seberapa besar sih peran remaja di zaman sekarang ini?"


"Oke, sekarang emang kalau kita ngomongin bangsa udah basi banget lah ya kesannya. Tapi, kalian itu mahasiswa. Kalau kalian nggak pernah ngomongin tentang bangsa ini, bangsa Indonesia, mending kalian jadi anak SMA aja."

terus aku sama teman-teman langsung kaget banget, karena peserta seminar disana mahasiswa semua.
"Eh, disini ada yang masih sma?"
*kita bertiga angkat tangan*
"Eh sorry, yaudahlah ya kalian kan sebentar lagi mahasiswa. Oke lanjut..."
*seisi ruangan ketawa*
*it's okay :)*

Karena aku nulis ini sudah seminggu dari acara yang diselenggarakan, jadi aku lupa apa aja yang udah kakak-kakak speaker bilang :") tapi aku tetep kagum sama kata-kata yang kakak-kakak speaker kasih ke kita. Dan jadi semangat, siapa tahu bisa jadi seorang leader di kemudian hari walaupun seorang wanita. Info lebih lengkap, bisa dibaca disini.


Dan gak sabar untuk dateng ke acara Youth Talk tahun depan!:))

Saturday, March 22, 2014

Percakapan absurd dengan sel kelabu.


"Lo tahu nggak, kadang gue cinta banget sama hujan. Padahal, gue orangnya ya biasa-biasa aja gitu kalau hujan dateng. Biasa-biasa juga sama bau petrichor."

"Dulu, gue sama hujan stranger gitu. Acuh malah, jual harga diri tinggi gitu deh. Tapi sekarang kita temenan baik. Dia baik banget sama gue. Ternyata bener, orang yang paling lo nggak mau berteman sama dia, eh malah jadi temen baik akhirnya."

"Jadi, pernah suatu sore, gue kejebak sama doi. Gara-gara hujan. Kita neduh di tempat parkiran pasar tradisional gitu. Dadakan banget pokoknya. Dan disana banyak banget orang. Tapi masa bodoh, gue nggak peduli."

"Disana kita ngobrol banyak banget. Gue seneng hujan tetep turun selama dua jam. Gue bisa lihat senyum doi ke gue. Mata dia yang berbinar-binar. Sikap gentle dia yang nyuruh gue duduk aja di motornya, daripada gue pegel berdiri selama berjam-jam. Gue seneng banget hari itu. Itu hari Sabtu, gue inget banget."

"Hei sel kelabu! Lo ngedengerin gue kan? Lo bisa bayangin, kan gimana senangnya gue hari Sabtu bulan Desember itu?"

"Ah, lo kan pernah muda juga, wahai Sel Kelabu. Lo pasti ngerti gimana rasanya, gimana rasa meletup-letup itu ada di perut lo. Dan lo pulang ke rumah dengan senyum idiot bertengger di bibir lo semalaman."

"Bagi gue, hal-hal kecil kayak gitu yang paling berkesan. Bukan pemberian mewah seperti coklat mahal dan tetek bengeknya. Gue suka percakapan gue sama 'dia' saat kejebak hujan itu. Kita bisa ngobrol apa aja, ngalor-ngidul. Bicara soal keluarganya, soal kehidupannya yang lampau, terus kita sama-sama tertawa karena takdir kita yang dulu itu ternyata konyol. Dan ini titik puncak kebahagiaan gue, saat kita sama-sama tertawa."

"Gue lebih suka ngopi sama dia, terus ngobrol berjam-jam. Dapet sms selamat pagi yang bikin mood gue naik seharian. Naik motor bareng dia, dan cobain rute-rute ngaco yang belum pernah gue atau dia telusuri. Dianter dia ke perpustakaan kota, dia nungguin gue dengan sabar saat gue harus pilih buku apa. Ke kantin bareng sama dia, kadang-kadang dia beliin gue beng-beng. Ngobrol di depan koridor kelas saat jam istirahat. Dipinjemin jaket dia yang wanginya doi banget." 

"Tapi sel kelabu, gue nggak tahu kenapa akhir-akhir ini sedih banget. Gue juga nggak tahu kenapa. Sedih sendiri, ya sakitnya sendiri. Mau cerita ke siapa juga percuma. Lo juga pasti bosen kan nina boboin gue tiap malem dengan mata bengkak dan sesenggukan. Intinya, gue sedih. Dan, gue nggak tahu harus apa." 

"Sel kelabu, please gue harus gimana?"