Pages

Thursday, April 13, 2017

Bersyukur


(Source pic : tumblr[dot]com)

Judulnya sok-sokan poetic gitu ya? Padahal enggak sama sekali, ini tulisan agak galau gitu soalnya mau menginjak 20 tahun, hiks.

Jadi di tulisan kali ini, aku mau mengungkapkan kegelisahan ingin menulis tentang fikiran akhir-akhir ini tentang bagaimana rasa syukur itu akan sangat bertambah jikalau kita merasa sangat bersyukur atas apa yang Allah kasih.

Jadi gini, tahun ini alhamdulillah aku diamanahi sebagai salah satu pengurus di organisasi kampus. Which is amazing because I can put myself into an amazing listing people in my opinion. Awalnya aku ragu, bahkan nangis kejer karena ada amanah yang sangat besar yang harus aku penuhi. Nangis karena takut. Ya takut nggak amanah lah, ya takut nggak bisa memimpin lah, ya takut ini itu dan lain-lain. Ternyata rasa takut itu hantu banget buat aku, karena coy aku dikasih kesempatan yang gede banget, bisa dikasih kesempatan untuk mengasah diri menjadi lebih baik, istilahnya, lu dikasih emas cuma-cuma terus lu gak mau emas itu karena takut menjaganya? Mulai dari situ, aku merasa salah besar terhadap pemikiran aku yang waktu itu masih sangat kerdil. Trus aku mikir, aku dikasih emas sama orang secara cuma-cuma, ya walaupun istilahnya, aku harus ngegali sumber emas itu untuk ngedapetin emasnya, dan setelah aku dapet, seharusnya aku bisa memanfaatkan fungsi dari emas itu semaksimal mungkin, bukan menolaknya mentah-mentah. I was totally wrong.

Mulai dari titik itu, aku banyak-banyak memanjatkan do’a, karena selain kerja keras dan usaha, do’a dan ibadah itu menurutku penguat yang paling ampuh. Mulai dari titik ini, do’a yang aku panjatkan bukan hanya tentang diri sendiri, tentang keluarga sendiri, tentang teman-teman lingkupku sendiri, tapi berdo’a untuk anak orang yang aku asuh selama ada di organisasi tersebut. Oke ini bukan riya aku bilang udah berdo’a untuk anak-anak orang itu, tapi hanya ingin mengungkapkan bahwa, setelah titik kepedulianmu juga melibatkan orang selain dirimu, tuhan akan kasih rahmat dan berkahnya lebih banyak dari yang kamu kira, dan kamu akan takjub akan apa yang tuhan kasih. Dan aku sangat merasa bersyukur bisa menerima amanah tersebut, bisa menjalani amanah tersebut. Ketika aku bersyukur, akan bertambah pula nikmat yang datang.

And it happens to me.

Aku berdo’a supaya kerja keras anggotaku, waktu yang mereka luangkan, keringkat yang mereka tumpahkan, semuanya akan terbayar sebagai cara mencari ilmu, ilmu diluar kelas. Karena aku nggak tahu, waktu yang mereka luangkan untuk membangun organisasi ini mungkin saja adalah waktu yang ia luangkan untuk rela tidak menelfon orang tuanya di sebrang sana, mungkin waktunya untuk istrahat setelah mereka kerja sampingan untuk membayar biaya kuliah mereka, waktu untuk mengejar ketertinggalannya di kelas. Aku nggak tahu, kontribusi mereka yang mungkin dimataku kecil, bisa menjadi hal yang sangat besar bagi mereka. Aku nggak tahu itu, yang aku tahu bahwa mereka datang dan membantuku selaku pengurus. Maka dari itu, semoga Allah mengabulkan do’aku agar kerja keras mereka dapat juga menjadi kerja ikhlas.

Setelah aku berdo’a untuk tidak hanya diriku sendiri, Allah malah ngasih jalan bagi aku, kejadianya adalah seperti ini, aku bisa berkenalan dengan kakak-kakak di kampus yang memberi inspirasi. Banyak orang yang mengajak untuk membangun komunitas di kampus (dan ini sesuai dengan passion jadi kerja kayak ngerjain hobi), mengajak bergabung komunitas yang pada dasarnya bukan keahlianku, tapi aku bisa berinteraksi dengan orang hebat di dalamnya. Lingkup-lingkup baru tersebut adalah lingkup yang sangat positif, menambah ilmu dan sudut pandang dari beragam kalangan. Nggak semua orang bisa berkenalan dengan lingkup tersebut secara Cuma-Cuma, sementara aku kesannya kayak dicomot orang aja trus ‘ayo yuk ikutan, kita kembangan komunitas ini supaya menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lainnya’.

Lingkup tersebut adalah rejeki yang aku nggak pernah kira sebelumnya, yang nggak pernah aku sangka-sangka, yang aku dibuat takjub. Setelah aku berdoa untuk orang lain, ternyata malah Allah gampang sekali mengabulkannya, bahkan memberi lebih. Berdo'a untuk orang lain, berdo'a agar rasa takut hilang, berdo'a semoga apa yang aku lakukan ini dapat dihitung selain pahala. Karena sekarang sadar, kenapa orang banyak yang bunuh diri karena meraka ngerasa nggak satisfied sama apa yang mereka punya, nggak mendapat esensi apa yang mereka kerjakan karena mereka nggak punya pegangan untuk apa sebenarnya mereka mencari ilmu, bekerja, menolong sesama, kalau pegangan kita udah teguh nih untuk mendapat pahala, untuk mendapat ridho orang banyak, yakin deh kemungkinannya kecil untuk hal-hal negatif yang begituan.

Aku pernah baca tulisan sih yang mengatakan bahwa, kalau lo terpaksa berada di dalam jurang, tanamlah bunga disana, kalau lo dibuat sakit, buatlah satu pemikiran yang indah apa yang akan lo dapet setelah lo dapat melalui kesakitan lo yang lo rasain. Karena aku percaya, suka duka selama muda, selama idealisme ini masih ada, akan sangat terasa setelah kita tua, yaitu menjadi lebih bijaksana dalam hidup.

Probabilitasnya orang baca tulisanku ini sepertinya kecil banget kali yak, karena blog ini hanya sekedar istilahnya buku catatan aku yang nggak penting gitu sih bagi orang lain, hanya sebagai reminder ketika diri ini down dan lain sebagainya. Tapi jika ada yang membaca, semoga tulisan ini bisa menginspirasi walau hanya setitik rasa itu muncul di hati kalian.

Jadi bro, jangan lupa bersyukur dan berdo'a untuk kepentingan orang banyak, karena kamu gaakan tahu keindahan apa yang sedang tuhan rencanakan buat orang-orang yang seperti itu. 

No comments:

Post a Comment